Selamat Datang, Selamat Belajar, Semoga Bermanfaat!

Monday, April 8, 2013

Posted by nivo's blog On 8:14 PM


A.     PENDAHULUAN
Trend terkini dari penelitian sintesis adalah melakukan analisis terhadap sebuah analisis yang telah ada sebelumnya,yaitu penelitian-penelitian terdahulu. Metode inilah yang disebut meta analysis.Meta-analysis lebih tidak bersifat subjektif dibandingkan dengan metode tinjauan lain.
Meta analisis tidak fokus pada kesimpulan yang didapat pada berbagai studi, melainkan fokus pada data, seperti melakukan operasi pada variabel- variabel, besarnya ukuran efek, dan ukuran sampel. Untuk mensintesis literatur riset, meta-analysis statistikal menggunakan hasil akhir dari studi-studi yang serupa seperti ukuran efek, atau besarnya efek. Fokus pada ukuran efek dari penemuan empiris ini merupakan keunggulan meta-analysis dibandingkan dengan metode tinjauan literatur lain.
Meta-analisis adalah tehnik yang digunakan untuk merangkum berbagai hasil penelitian secara kuantitatif dengan cara mencari nilai efek size ( Barbora 2009; Sutrisno, Hery, Kartono 2007). Efek size dicari dengan cara mencari selisih rata-rata kelas eksperimen dengan rata-rata kelas control, kemudian dibagi dengan standar deviasi kelas control.

B.     PEMBAHASAN
            1.     Pengertian
Beberapa para ahli juga ikut terlibat dalam memberikan pendapatnya mengenai penelitian meta-analisis. Menurut Borg (1983) bahwa, meta analisis merupakan teknik pengembangan paling baru untuk menolong peneliti menemukan kekonsistenan atau ketidakkonsistenan dalam pengkajian hasil silang dari hasil penelitian.
Menurut Merriyana (2006: 104) secara sederhana meta-analisis dapat diartikan sebagai analisis atas analisis. Sebagai penelitian, meta-analisis merupakan kajian atas sejumlah hasil penelitian dalam masalah yang sejenis. Meta-analisis merupakan salah satu cara membuat rangkuman hasil penelitian secara kuantitatif.

Gagasan meta-analisis muncul dari Glass (1976) disajikan pada penemuan psikolog Amerika. Meta-analisis ingin menjawab pertanyaan: apakah ada perbedaan antara kelompok percobaan dan kelompok pembanding, jika didasarkan dari hasil-hasil penelitian yang terus bertambah dari  tahun ke tahun” (Sutrisno, 2007: 4-9).

          2.      Tujuan Meta-Analisis
Tujuan meta-analisis pada umumnya tidak berbeda dengan jenis penelitian klinis lainnya, yaitu :

  •  Untuk memperoleh estimasi effect size, yaitu kekuatan hubungan ataupun besarnya perbedaan antar-variabel
  •  Melakukan inferensi dari data dalam sampel ke populasi, baik dengan uji hipotesis (nilai p) maupun estimasi (interval kepercayaan)
  • Melakukan kontrol terhadap variabel yang potensial bersifat sebagai perancu (confounding) agar tidak mengganggu kemaknaan statistik dari hubungan atau perbedaan.

Dengan kata lain,  tujuan dari penelitian meta-analisis sebagai suatu teknik ditujukan untuk menganalisis kembali hasil-hasil penelitian yang diolah secara statistik berdasarkan pengumpulan data primer. Hal ini dilakukan untuk mengkaji keajegan atau ketidakjegan hasil penelitian yang disebabkan semakin banyaknya replikasi atau verifikasi penelitian,yang sering kali justru memperbesar terjadinya variasi hasil penelitian.
           
           3.      Tahapan Pelaksanaan Meta-Analisis
Dalam penelitian meta-analisis, terdapat beberapa tahapan yang digunakan dalam mengerjakan meta-analisis (Jammie 2004; Sutrisno, Hery, Kartono 2007), yaitu diantaranya adalah:
1. menetapkan domain penelitian yang akan dirangkum
2. memilih jenis publikasi yang akan dikumpulkan
3. mengumpulkan hasil penelitian atau literatur
4. mencatat data-data (variabel-variabel) penelitian
5. menghiting efek size per sumber atau penelitian
6. menginterpretasi rangkuman dan membuat laporan
Lebih lanjutnya mengenai tahapan pengerjaan penelitian meta-analisis ini, Menurut Glass (dalam Sutrisno, 2007), meta-analisis dimulai dengan menetapkan domain penelitian yang akan ditelusuri. Penetapan domain itu dapat dilakukan berdasarkan variabel bebas, variabel  terikat, atau hubungan sebab akibat. Langkah berikutnya adalah memilih jenis publikasi yang akan dikumpulkan misalnya buku teks, laporan hasil penelitian, artikel yang ditulis untuk jurnal, makalah yang disampaikan dalam seminar, monogram dan lain-lain. Selain menentukan jenis publikasi yang akan dikumpulkan, perlu juga dilakukan penentuan batas waktu atau periode publikasi itu. Pembatasan periode waktu perlu dilakukan bukan hanya untuk kepentingan praktis tapi juga untuk kekhassannya.
Langkah selanjutnya adalah mengumpulkan litetatur. Setelah banyak sumber terkumpul dan sudah diseleksi yang akan dimeta-analisis maka dari sumber tersebut diambil intisarinya saja. Peneliti perlu mencatat variabel bebas dan variabel terikat beserta definisi konseptual dan definisi operasionalnya, serta sejumlah variabel metodelogi, misalnya jens penelitian, cara pengambilan sampel, statistik yang digunakan dalam analisis, jenis instrument dan karakteristiknya.
Kemudian langkah selanjutnya adalah menghitung effect size per sumber dan setelah itu selesai, peneliti dapat menganalisis effect size ini menurut jenis variabel bebasnya dan variabel metodelogi yang digunakan. Setelah semua selesai maka dapat dilanjutkan dengan pembuatan laporan.
Dalam statistik, effect size adalah ukuran kekuatan hubungan antara dua variabel pada populasi statistik, atau sampel berbasis perkiraan kuantitas (Wilkinson, and APA Task Force on Statistical Inferences, 1999). Sedangkan menurut Olejnik dan Algina (2003) dalam Santoso (2010)  menyatakan bahwa effect size merupakan ukuran mengenai besarnya efek suatu variabel pada variabel lain, besarnya perbedaan maupun hubungan, yang bebas dari pengaruh besarnya sampel
Data-data penting yang dicatat dari hasil peneltian yang dirangkum antara lain:
a.       variable bebas dan variable terikat beserta definisi konseptual dan definisi operasionalnya,
b.      variable metodolgi, missal: jenis penelitian, cara pengambilan sample, statistic yang digunakan dalam analisis, jenis instrumen dan karaktristiknya.
Hunter, J.E., & Schmidt, F.L. (1990) mengemukakan langkah-langkah / metode analisis korelasi meta-analisis dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut:
a.       Transformasi harga F ke dalam t, d, dan r
b.      Bare Bone Meta Analysis: Koreksi Kesalahan sampel
1.      Menghitung mean korelasi populasi
2.      Menghitung varians rxy 
3.      Menghitung varians kesalahan pengambilan sampel
4.      Dampak pengambilan sampel
c.       Artefak yang lain: Koreksi Kesalahan Pengukuran
1.      Menghitung mean gabungan
2.      Menghitung korelasi populasi yang dikoreksi oleh kesalahan pengukuran
3.      Interval kepercayaan
4.      Dampak variasi reliabilitas

4.   Jenis-Jenis Penelitian Meta-Analisis
Penelitian meta-analisis terbagi atas 7 jenis penelitian. Adapun ketujuh jenis penelitian meta-analisis tersebut adalah:
a.       Penelitian Eksperimental
Penelitian eksperimental adalah metode ilmiah yang paling meyakinkan. Karena peneliti sebenarnya memberikan perlakuan yang berbeda dan kemudian studi efek mereka, hasil dari penelitian jenis ini cenderung mengarah pada menerima atau menolak interpretasi secara jelas.
b.      Penelitian Korelasional
Tipe lain dari penelitian dilakukan untuk menentukan hubungan antara dua atau lebih variabel dan mengeksplorasi implikasi mereka untuk sebab dan akibat; ini disebut penelitian korelasi-nasional. Jenis penelitian ini dapat membantu kita membuat prediksi lebih cerdas. Singkatnya, penelitian korelasional bertujuan untuk menyelidiki sejauh mana variabel yang satu atau lebih ada hubungan dari beberapa tipe. Pendekatan ini memerlukan manipulasi tidak ada pada bagian peneliti selain melayani iklan-instrumen (s) yang diperlukan untuk mengumpulkan data yang diinginkan. Pada umumnya, orang akan melakukan jenis penelitian untuk mencari dan menggambarkan hubungan yang mungkin ada di antara phe-nomena alami, tanpa berusaha dengan cara apapun untuk mengubah phe-nomena ini. Akan dibicara lebih banyak tentang penelitian korelasional dalam Bab Lima Belas.
c.       Penelitian Penyebab-Perbandingan
Tipe lain dari penelitian ini dimaksudkan untuk menentukan penyebab atau konsekuensi dari perbedaan antara kelompok-kelompok orang, ini disebut kembali pencarian kausal-komparatif. Interpretasi dari penelitian kausal-komparatif terbatas, karena itu, karena peneliti tidak bisa mengatakan kesimpulan apakah faktor tertentu merupakan penyebab atau akibat dari perilaku (1) diamati (2) status orang tua ini disebabkan oleh perbedaan prestasi terbagi menjadi dua kelompok (walaupun ini tampaknya tidak mungkin), atau (3) beberapa faktor yang tidak dikenal sedang bekerja. Namun demikian, meskipun masalah penafsiran, studi kausal-komparatif adalah nilai dalam mengidentifikasi kemungkinan penyebab variasi yang diamati dalam pola perilaku siswa. Dalam hal ini, mereka sangat mirip dengan studi korelasional.
d.      Penelitian Survei
Tipe lain dari menentukan data penelitian untuk memperoleh karakteristik yang spesifik sebuah kelompok. Ini disebut survei pencarian ulang. Ini macam pertanyaan terbaik dapat dijawab melalui berbagai teknik survei yang mengukur sikap berbagai faktor terhadap kebijakan pemerintahan. Sebuah survei deskriptif melibatkan pasangan pertanyaan yang sama menanyakan (sering disiapkan dalam bentuk pertanyaan tertulis kuesioner atau tes kemampuan) dari sejumlah besar individu seluruh siswa melalui pos, melalui telepon, atau secara pribadi. Ketika sebuah jawaban untuk satu set pertanyaan diminta secara pribadi, penelitian ini disebut wawancara. Kemudian tanggapan dicatat dan dilaporkan, biasanya dalam bentuk frekuensi atau persentase dari mereka yang menjawab dengan cara tertentu untuk setiap pertanyaan.
Kesulitan yang terlibat dalam penelitian survei terutama tiga: (1) memastikan bahwa pertanyaan-pertanyaan yang jelas dan tidak menyesatkan, (2) mendapatkan jawaban pertanyaan dari responden serius dan jujur, dan (3) mendapatkan kecukupan dari kuesioner lengkap dalam jumlah yang memadai dan pengembalian untuk memungkinkan pembuatan analisis yang berarti. Keuntungan yang besar dari penelitian survei adalah bahwa ia memiliki potensi untuk memberikan kita banyak informasi yang diperoleh dari sampel individu cukup besar.
e.       Penelitian Etnografi
Pada semua contoh yang disajikan sejauh ini, pertanyaan yang diminta melibatkan seberapa baik, berapa banyak, atau seberapa efisien pengetahuan, sikap, atau pendapat dan sejenisnya yang sedang dikembangkan. Kadang-kadang, bagaimanapun, para peneliti mungkin ingin memperoleh gambaran yang lebih lengkap dari proses pendidikan daripada memberikan jawaban untuk pertanyaan di atas. Ketika mereka melakukan beberapa bentuk untuk pencarian ulang disebut penelitian kualitatif. Penelitian kualitatif berbeda dari metodologi (kuantitatif) sebelumnya dalam kedua metode dan filsafat yang mendasarinya.
Untuk mendapatkan beberapa wawasan ke dalam masalah seperti itu, sebuah studi etnografis dapat dilakukan. Penekanan dalam jenis penelitian adalah mendokumentasikan atau menggambarkan pengalaman sehari-hari individu dengan mengamati dan wawancara mereka dan orang lain yang relevan. Sebuah ruang kelas SD, misalnya, mungkin dapat diamati pada kebiasan sebagai dasar, para siswa dan guru dilibatkan mungkin diwawancarai dalam upaya untuk menjelaskan, sepenuhnya dan sebanyak mungkin, apa yang terjadi di kelas.
f.        Penelitian Sejarah
Anda mungkin sudah akrab dengan sejarah-pencarian kembali. Dalam hal ini jenis penelitian, beberapa aspek masa lalu dipelajari, baik oleh meneliti dokumen periode atau oleh individu wawancara yang hidup selama ini. Peneliti kemudian mencoba untuk merekonstruksi sebagai ketepatan mungkin apa yang selama waktu itu dan untuk menjelaskan mengapa hal itu terjadi. Masalah utama dalam penelitian sejarah adalah memastikan bahwa dokumen atau individu benar-benar datang dari (atau hidup selama) periode yang diteliti, dan sekali ini tidak dapat dipungkiri, bahwa memastikan apakah dokumen atau perkataan individu itu benar.
g.       Penelitian Tindakan
Penelitian Tindakan berbeda dari semua metodologi sebelumnya dengan dua cara mendasar. Yang pertama adalah bahwa generalisasi untuk orang lain, pengaturan, atau situasi adalah minimal penting. Mencari generalisasi yang kuat, penelitian tindakan (sering guru atau profesional pendidikan lainnya, lebih baik daripada peneliti profesional) fokus pada mendapatkan informasi yang akan mampu untuk merubah kondisi mereka dalam situasi tertentu yang mereka secara pribadi terlibat.
 
C.     KESIMPULAN
Sebagai penelitian, meta-analisis merupakan kajian atas sejumlah hasil penelitian dalam masalah yang sejenis. Meta-analisis merupakan salah satu cara membuat rangkuman hasil penelitian secara kuantitatif.
Dalam pelaksanaannya, penelitian meta-analisis memuat tahapan: menetapkan domain penelitian yang akan dirangkum; memilih jenis publikasi yang akan dikumpulkan; mengumpulkan hasil penelitian atau literature; mencatat data-data (variabel-variabel) penelitian; menghiting efek size per sumber atau penelitian; dan menginterpretasi rangkuman dan membuat laporan.
Penelitian meta-analisis yang mencakup obyek penelitian dengan masalah kajian yang sejenis terbagi atas tujuh jenis penelitian, yang terdiri atas:
1.      Penelitian Eksperimental
2.      Penelitian Korelasional
3.      Penelitian Penyebab-Perbandingan
4.      Penelitian Survei
5.      Penelitian Etnografi
6.      Penelitian Sejarah
7.      Penelitian Tindakan

D.    DAFTAR PUSTAKA
http://cobaberbagi.wordpress.com/2010/02/15/meta-analisis/ diunduh pada Sabtu, 6 April 2013 pukul 16:25
http://pustaka.unpad.ac.id/wp-content/uploads/2010/05/meta_analisis.pdf diunduh pada Jumat, 5 April 2013 pukul 18:54
http://chatroks.blogspot.com/2012/09/meta-analisis.html diunduh pada Senin, 08 April 2013 pukul 19:24
http://qoskawza.blogspot.com/2013/04/penelitian-meta-analysis.html diunduh pada Senin, 08 April 2013 pukul 19:30

0 comments:

Post a Comment